Kondisi Perut Ketika Sakit Perut

Sakit perut memiliki berbagai jenis, tergantung dimana posisi sakit yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Sakit perut yang Anda rasakan dapat dikategorikan berdasarkan area spesifik tempat Anda mengalaminya.

Menurut Medscape, secara umum, perut dibagi menjadi empat bagian. Keempatnya adalah bagian perut kuadran kanan atas, kiri atas, kanan bawah, dan kiri bawah. Menentukan lokasi rasa sakit yang Anda rasakan juga dapat membantu menentukan penyebabnya. Misalnya, menurut Physician Partners of America, rasa sakit di kuadran kiri atas perut bisa terjadi tidak hanya di perut, tetapi juga limpa, atau bagian dari usus besar Anda.

Untuk mencegah terjadinya sakit perut secara berulang, Anda juga perlu cari tahu mengenai fakta, fungsi dan penyakit pada perut.

Fakta dan fungsi perut.

Perut adalah bagian tubuh atau rongga tubuh berbentuk yang terletak di belakang tulang rusuk bagian bawah. Menurut Klinik Cleveland, begitu makanan masuk melewati perut, sfingter pada pembukaan perut dan keluar melalui usus halus, lapisan perut kemudian mengeluarkan asam klorida dan enzim yang memecah makanan sehingga dapat melanjutkan perjalanannya melalui sistem pencernaan pada tubuh Anda. 

Ketika lapisan perut mengeluarkan asam dan enzim, otot perut berkontraksi dalam proses yang disebut peristaltik untuk mencampur makanan yang ada dengan asam dan enzim tersebut. Lalu asam tersebut juga bekerja untuk membunuh mikroba berbahaya yang kemungkinan telat masuk ke dalam tubuh Anda bersamaan dengan makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Tetapi asam tersebut juga dapat merusak perut, sehingga asam mengeluarkan lendir lengket yang bekerja sebagai penetralisasi sehingga melapisi dinding perut Anda dan melindungi perut Anda dari kerusakan. Selain itu, menurut Digestive Disease Center (DDC), perut juga membuat zat yang diperlukan tubuh untuk menyerap vitamin B12.

Perut adalah bagian terluas dari sistem pencernaan yang ada pada tubuh Anda. Tidak hanya mencerna makanan, perut juga dapat menyimpannya. Menurut BBC, perut bisa menampung kurang lebih satu liter makanan sekaligus. Perut Anda memerlukan waktu sekitar empat hingga enam jam atau mungkin lebih untuk mencerna makanan. Semakin tinggi kandungan lemak makanan yang Anda konsumsi, semakin lama juga makanan tersebut dicerna oleh perut Anda.

Kondisi dan penyakit pada perut

Perut dapat memiliki berbagai kondisi dan penyakit yang dapat menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, masalah pencernaan dan bahkan kematian.

Salah satu masalah perut yang paling umum adalah gangguan lambung atau dispepsia. Dr. Lisa Ganjhu, asisten klinis profesor kedokteran dan ahli gastroenterologi di NYU Langone Medical Center, menjelaskan “dispepsia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan satu atau lebih gejala, termasuk perasaan kenyang ketika makan, dan rasa terbakar atau sakit perut di bagian atas”.

Sakit perut pada bagian atas, gangguan pencernaan dan mulas juga menjadi salah satu penyakit yang sering dialami sebagian orang. Pengobatan sakit perut biasanya tergantung pada penyebab yang Anda alami. Penyebabnya bisa jadi seperti, intoleransi makanan atau asam lambung, atau bisa lebih serius seperti kanker.

Kanker perut adalah kanker yang berasal dari perut. Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional AS (NLM), sebagian besar mempengaruhi orang yang lebih tua. Dua pertiga dari orang yang terkena kanker perut berusia di atas 65 tahun. Pada tahap selanjutnya, beberapa gejala kanker perut adalah penurunan berat badan yang signifikan, muntah, darah dalam fese, penyakit kuning atau kesulitan menelan. Berdasarkan data dari American Cancer Society, terdapat sekitar 10.720 orang meninggal karena kanker perut setiap tahunnya.

Mengurangi risiko sakit pada perut

Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya masalah pencernaan seperti sembelit dan sakit perut:

  • Makan dalam porsi kecil.
  • Hindari minuman berkarbonasi.
  • konsumsi  makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran dan kurangi makanan berlemak.
  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan.
  • Berjalan-jalan atau tetap tegak setelah makan.
  • Hindari cemilan sebelum tidur.
  • Minumlah setidaknya delapan gelas air per hari.
  • Konsumsi makanan berserat 25 hingga 30 gram serat per hari.
  • Olahraga selama 30 hingga 40 menit, tiga hingga lima kali seminggu untuk membantu kesehatan
  • Tidak menunda membuang air kecil 

Perlu diingat, bila gejala sakit perut yang Anda alami dirasa muncul secara terus menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, Anda disarankan untuk segera menemui seorang dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

Read More

Jari Kaki Bengkak dan Sakit? Mungkin Anda Mengalami Patah Jari Kaki

Telapak kaki manusia terdiri atas 26 ruas tulang dengan susunan tulang kecil yang membentuk jari kaki. Tulang-tulang jari kaki ini sangatlah kecil sehingga berisiko tinggi mengalami cedera berupa fraktur atau patah tulang.

Penyebab Patah Jari Kaki
Patah jari kaki adalah salah satu dari beberapa jenis trauma atau cedera pada kaki. Cedera seperti ini biasanya terjadi karena kecelakaan saat terjatuh atau terkena jatuhan benda berat pada jari kaki. Bahkan, gerakan ekstrim berulang pada olahraga tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya patah jari kaki.

Gejala Patah Jari Kaki
Setelah mengalami kecelakaan, rasa sakit, bengkak, atau kekakuan akan menjadi tanda yang muncul pada cedera patah jari kaki. Memar kulit di sekitar jari kaki yang mengalami cedera mungkin juga akan terlihat. Selain itu, bentuk kaki juga tidak akan terlihat normal, seperti misalnya tampak menekuk atau berubah bentuk akibat tulang yangpatah. Patah jari kaki juga dapat ditandai dengan sulitnya berjalan karena rasa sakit yang teramat sangat, khususnya jika yang patah adalah tulang ibu jari.


Tidak hanya itu, jika tidak ditangani dengan tepat, patah jari kaki dapat menimbulkan masalah kesehatan lain berupa komplikasi, di antaranya:

  1. Cedera kuku: Kumpulan darah dapat menggumpal di bawah kuku yang menimbulkan munculnya hematoma subungual. Jika gumpalan besar, akan diperlukan tindakan pengeringan yang dilakukan oleh dokter atau perawat.
  2. Patahan keluar: Meskipun jarang terjadi, tulang jari kaki yang patah dapat menonjol keluar melalui kulit. Kondisi ini harus segera diatasi untuk menghindari terjadinya infeksi serius.

Pengobatan Patah Jari Kaki

Cedera patah jari kaki memerlukan penanganan segera dan intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika hal-hal berikut terjadi:

  1. Rasa sakit yang memburuk, bahkan tidak membaik setelah mengonsumsi obat nyeri.
  2. Luka kemerahan atau luka terbuka di dekat jari kaki yang patah

Selain itu, pastikan juga untuk segera pergi ke bagian gawat darurat rumah sakit jika ada tanda atau gejala berikut:

  1. Jari kaki dingin, mati rasa, atau kesemutan
  2. Kulit berwarna biru atau abu-abu
  3. Luka terbuka dan perdarahan dari dekat jari kaki yang patah

Saat memeriksa, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui penyebab jari kaki patah. Kemudian dokter akan memeriksa kaki yang patah serta memastikan tidak ada cedera lain yang dialami pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan evaluasi medis segera setelah cedera untuk menentukan perawatan dan penyembuhan yang tepat.

  • Pasien mungkin akan menjalani pemeriksaan X-ray untuk melihat apakah jari kaki patah atau retak.
  • Pemeriksaan X-ray tidak selalu diperlukan untuk membuat diagnosis patah jari kaki, terutama jika patahan terjadi di salah satu jari kaki yang kecil.

Apabila dokter mendapatkan pasien tidak mengalami cedera yang serius, biasanya pasien akan disarankan untuk melakukan perawatan di rumah dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Istirahat. Pasien akan diminta untuk beristirahat dari aktivitas fisik yang berat agar tubuh dapat melakukan pemulihan dengan lebih efektif.
  • Mengompres dengan es. Untuk mengurangi bengkak dan rasa sakit, pasien dapat mengompres jari kaki yang patah dengan es selama 15-20 menit setiap 1-2 jam untuk 1-2 hari pertama setelah cedera terjadi.
  • Posisikan kaki tinggi. Jangan lupa untuk memposisikan kaki berada cukup tinggi untuk menghindari pembengkakan yang memburuk.

Namun, jika dokter mendapatkan ada kondisi serius pada jari kaki yang patah, pasien mungkin akan menjalani rangkaian pengobatan hingga tindakan operasi untuk memulihkan kembali kondisi jari kakinya. Itulah beberapa ulasan penting seputar cedera patah jari kaki. Meskipun tidak membahayakan, ada baiknya bagi Anda untuk selalu mencegah terjadinya cedera dengan menggunakan sepatu yang aman dan tepat saat melakukan aktivitas berat.

Read More

Mengatur Kuantitas ASI dengan Memahami Proses Produksi ASI

Melihat bagaimana produksi ASI bekerja adalah cara efektif untuk mengontrol kuantitas ASI. Untuk sebagian besar orang, produksi susu dipengaruhi oleh seberapa sering dan efektif bayi Anda menyusui. Semakin sering dan semakin efektif si bayi menyusui, maka semakin banyak pula produksi ASI ibunya. Untuk itu, ketahui lebih lanjut bagaimana proses produksi ASI yang terjadi.

Bagaimana Proses Produksi ASI?

Kontrol Endokrin (Hormonal) Sintesis Susu – Laktogenesis I & II

Selama kehamilan dan beberapa hari pertama pasca persalinan, suplai susu didorong secara hormonal. Ini disebut sistem kontrol endokrin. Pada dasarnya, selama hormonnya tidak bermasalah, ibu akan mulai membuat kolostrum sekitar setengah kehamilan (Laktogenesis I). ASI kemudian akan meningkat volumenya sekitar 30-40 jam setelah lahir (Laktogenesis II).

Selama periode akhir kehamilan, payudara membuat kolostrum, tetapi tingkat progesteron yang tinggi menghambat sekresi ASI. Saat lahir, pengiriman plasenta menyebabkan penurunan kadar progesteron/estrogen/HPL secara tiba-tiba. Penarikan progesteron secara tiba-tiba ini, dengan adanya tingkat prolaktin yang tinggi, menunjukkan Laktogenesis II (produksi susu berlebihan).

Kestabilan Menyusui

Autokrin (Lokal) Pengendalian Sintesis Susu – Laktogenesis III

Setelah Laktogenesis II, ada pengalihan ke sistem kontrol autokrin (atau lokal). Tahap pemeliharaan produksi ASI ini juga disebut Laktogenesis III. Pada tahap pemeliharaan, sintesis susu dikontrol oleh penghilangan ASI yaitu mekanisme kontrol utama untuk suplai.

Penghilangan susu didorong oleh nafsu makan bayi. Meskipun masalah hormonal masih dapat mengganggu suplai ASI, tingkat hormonal memainkan peran jauh lebih rendah dalam laktasi. Dalam keadaan normal, payudara akan terus membuat susu tanpa batas selama proses menyusui berlanjut.

Dengan memahami bagaimana kontrol lokal/autokrin dari sintesis susu bekerja. Kita dapat memperoleh pemahaman tentang bagaimana meningkatkan atau menurunkan pasokan susu secara efektif.

Bagaimana Produksi ASI Menurut Penelitian?

Penelitian saat ini menunjukkan bahwa ada dua faktor yang mengontrol sintesis susu, di antaranya adalah

  • Susu mengandung protein whey kecil yang disebut Umpan Balik Inhibitor Laktasi (FIL). Peran FIL tampaknya memperlambat sintesis susu ketika payudara sudah penuh. Jadi produksi ASI melambat ketika susu terakumulasi di payudara (lebih banyak FIL hadir), dan mempercepat ketika payudara kosong (kurang FIL hadir).
  • Hormon prolaktin harus ada agar sintesis susu terjadi. Pada dinding laktosit (sel penghasil susu alveoli) merupakan reseptor prolaktin yang memungkinkan prolaktin dalam aliran darah berpindah ke laktosit dan menstimulasi sintesis komponen ASI.

Kedua faktor di atas mendukung temuan penelitian, bahwa kandungan lemak pada ASI juga ditentukan oleh seberapa kosongnya payudara. Saat payudara kosong, kandungan lemak dalam ASI tinggi dibandingkan saat waktu atau tahap pemberian makan.

Bagaimana persediaan ASI bervariasi sepanjang hari?

Peneliti mengamati bahwa volume ASI biasanya lebih besar di pagi hari (waktu yang tepat untuk memompa jika Anda perlu menyimpan susu). Jumlahnya berkurang secara bertahap saat menjelang siang atau malam. Namun, kandungan lemak cenderung meningkat seiring berjalannya hari.

Faktor lain yang memengaruhi produksi ASI yaitu kapasitas penyimpanan ASI ibu. Kapasitas penyimpanan adalah jumlah susu yang dapat disimpan di payudara saat menyusui. Ini bisa sangat bervariasi dari satu ibu dan lainnya.

Bagaimana Meningkatkan Produksi ASI?

Untuk meningkatkan produksi ASI, Anda bisa melakukan hal berikut ini:

1.    Kosongkan payudara lebih sering dengan menyusui dan memompa ASI lebih sering

2.    Kosongkan payudara secermat mungkin di setiap sesi menyusui atau memompa.

3.    Pastikan bayi menyusui dengan efisien.

3.    Gunakan pijat payudara dan kompres.

Read More

Tips Mengontrol Kecemasan Jelang Persalinan

Setiap ibu hamil sebaiknya membekali diri dengan ketenangan untuk menghadapi persalinan. Dengan demikian, tidak akan ada perasaan takut dan cemas. Sebab, rasa takut malah memperburuk kondisi menjelang persalinan. Agar Anda bisa tenang menjalani persalinan, silakan simak ulasan berikut ini.

Belajar Mengontrol Ketakutan terhadap Persalinan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sangat penting untuk mengatur rasa takut agar tidak mengganggu jalannya proses persalinan. Anda pun bisa membicarakan ketakutan Anda bersama suami, supaya lebih tenang. Sebab, ketakutan yang berlebihan, akan menghambat hormon pemicu kontraksi. Akibatnya, kontraksi bisa terasa lebih menyakitkan.

Belajar Relaksasi Tubuh serta Pikiran

Rasa tenang merupakan salah satu kunci utama agar lebih percaya diri dan memegang kendali selama melahirkan. Dengan mengaplikasikan teknik relaksasi selama masa kehamilan, calon ibu bisa membuat janin menendang ketika dibutuhkan. Selain itu, seorang pelatih hypno-birthing mengatakan, Anda bisa memperoleh hasil terbaik dengan menghadiri workshop hipnoterapi kehamilan, serta mendengarkan musik di rumah.

Melatih Pernapasan dengan Benar

Napas yang lebih lamban dan dalam akan meningkatkan asupan oksigen ke dalam otak. Itulah sebabnya, melakukan aktivitas pernapasan dengan perhitungan adalah cara efektif untuk memperoleh pengalaman persalinan yang baik. Selain itu, dengan melakukan kegiatan ini, ibu hamil menjadi lebih rileks.

Menjaga Pikiran Tetap Terkontrol

Dalam proses persalinan, sangat mungkin bagi seorang ibu untuk menjadi gugup dan takut. Hal ini disebabkan oleh aktivitas otak yang memperingatkan adanya kemungkinan rasa sakit dan bahaya. Bahkan tak dipungkiri lagi, rasa panik dapat memicu ketegangan otot, serta memperlambat sistem kerjanya. Oleh karena itu, jaga pikiran agar tetap fokus pada kondisi saat ini, tanpa memikirkan kemungkinan buruk di masa depan.

Dorong Pasangan Jujur terhadap Kekhawatirannya

Meski terlihat tegar, tapi suami seringkali juga memiliki kekhawatiran tersendiri tentang proses persalinan. Untuk itu, penting agar calon ibu dan suami bersikap jujur terhadap kecemasan masing-masing. Selain belajar menenangkan diri untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengikuti kelas konseling juga bisa membantu.

Pilih Aroma Tertentu

Aroma merupakan salah satu rasa yang kuat dan mampu memunculkan kenangan serta emosi tertentu. Untuk membantu tubuh dan pikiran rileks, Misalnya, Anda bisa menghirup aroma minyak lavender yang dipanaskan. Kehadiran aroma ini dalam persalinan pun bisa menghilangkan kecemasan.

Menjaga Keehatan Fisik selama Kehamilan Salah satu hal penting yang harus dilakukan ibu hamil adalah menjaga kondisi fisik tetap sehat. Jangan sungkan meminta bantuan suami untuk memijat punggung dan telapak kaki Anda. Langkah ini bisa menstimulasi metabolisme Anda.

Read More

Psoriasis dan Berbagai Tipenya yang Harus Diketahui

Apa itu psoriasis?

Psoriasis merupakan salah satu penyakit kulit yang membingungkan dan tidak dapat diduga serta persisten. Penyakit ini ditandai dengan munculnya kulit mati yang berkembang biak jauh lebih cepat dibandingkan biasanya. Ketika sel-sel tersebut mencapai permukaan kulit lalu mati, volume tipis mereka akan semakin meningkat, sehingga plak merah kulit tertutup dengan sisik-sisik berwarna putih. Gangguan kulit ini lebih sering terjadi pada lutut, siku, dan kulit kepala.

Gejala yang dialami oleh pengidap psoriasis tergantung dari jenis kulit yang dimiliki. Namun, ada beberapa gejala umum yang dapat Anda ketahui, yaitu:

  1. Plak kulit merah sering tertutup dengan sisik berwarna putih atau perak yang longgar. Biasanya lapisan ini terasa gatal dan sakit. Bahkan terkadang dapat pecah. Dalam kasus yang lebih parah, plak kulit yang iritasi itu akan tumbuh dan saling menyatu untuk menutupi area lainnya yang lebih luas.
  2. Kuku jari tangan dan kaki akan mengalami gangguan seperti mengalami perubahan warna. Hal lebih parah dapat terjadi, saat kuku lepas dan hancur.
  3. Adanya plak atau kulit yang bersisik pada kulit kepala.

Psoriasis sendiri dapat dikaitkan dengan psoriasis arthritis, yang menyebabkan rasa sakit serta pembengkakan di persendian Anda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Psoriasis Foundation, sebanyak 10-30% orang yang mengidap psoriasis juga memiliki psoriasis arthritis.

Anda pun dapat mengetahui jenis-jenis dari psoriasis lainnya, sebagai berikut:

  1. Psoriasis Pustular

Tipe ini ditandai dengan munculnya kulit memerah serta bersisik di telapak tangan atau kaki, dengan jerawat kecil yang mengeluarkan nanah.

  • Psoriasis Guttate

Ini adalah salah satu yang menjadi awal mula penyakit psoriasis pada anak atau remaja. Penyakit ini ditandai dengan bintik kecil berwarna merah yang muncul di salah satu bagian tubuh. Gejalanya bias berupa infeksi pernapasan, radang tenggorokan, amandel, stres, luka pada kulit, ataupun penggunaan obat antimalaria.

  • Psoriasis Inversi

Jenis ini ditandai dengan warna kulit yang merah terang serta sisik yang muncul pada bagian ketiak, selangkangan, dan bawah payudara. Tipe ini memamg menyerang bagian-bagian lipatan kulit.

  • Psoriasis Eritroderma

Tipe ini ditandai dengan warna kemerahan secara berkala pada kulit dan munculnya sisik seperti lembaran. Munculnya psoriasis ini dipicu konsumsi obat-obatan sistemik, sinar matahari, dan infeksi. Tipe ini perlu mendapatkan perawatan medis yang cukup cepat dan penting untuk menghindari komplikasi yang lebih parah. Para penderita penyakit ini tentunya sadar dan merasa tidak nyaman dengan kondisi kulit yang bersisik dan kemerahan. Kondisi ini biasanya dapat datang serta pergi, sehingga membuat penderita sedikit merasa frustrasi. Hingga saat ini, belum ada obat yang secara pasti menyembuhkan psoriasis. Obat-obatan yang sudah ada hanya dapat memudarkan sisik serta kemerahan pada kulit.

Read More

7 Sebab Anda Malas Berhubungan Seks

Awal hubungan yang mesra selalu dipenuhi dengan sesi bercinta yang rutin. Namun, frekuensi intim ini perlahan berkurang dan Anda kian malas berhubungan seks dengan pasangan. Walaupun fase ini normal bagi tiap pasangan, namun jika sesi bercinta yang kurang dari 1 kali sebulan biasanya selalu punya penjelasan tersendiri. Jika Anda malas berhubungan seks, cari tahu dulu penyebabnya supaya hubungan tetap langgeng dengan pasangan.

  1. Anda Kecapekan

Capek pada fisik bisa mempengaruhi gairah seksual. Phillip A Rutter PhD seorang psikologis dari Philadelphia menerangkan bahwa lelah secara fisik dan mental menyebabkan Anda malas berhubungan seks. Solusinya? Coba ganti jadwal seks di pagi hari di mana pria sudah setengah ereksi sehingga wanita tidak perlu ekstra repot lagi.

  1. Terjebak Rutinitas

Adalah normal jika minat dan ketertarikan pasangan mulai berkurang seiring waktu. Jika pasangan tidak lagi terlihat menarik dan Anda malas berhubungan seks, bisa jadi Anda terjebak dalam rutinitas yang membosankan. Coba cari cara untuk menghidupkan kembali gairah seksual, misalnya berfantasi seksual, menggunakan alat bantu seks, hingga mencoba posisi seks yang baru.

  1. Terlalu Banyak Minum

Seks dan alkohol akan memperumit hubungan Anda. Rutter menjelaskan bahwa alkohol memang bisa memengaruhi mood bercinta, namun jika terlalu banyak akan membuat wanita sulit sulit mencapai orgasme. Sedangkan untuk pria, kebanyakan alkohol bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau masalah ejakulasi.

Seks yang dilakukan oleh orang yang sedang mabuk bisa membawa beberapa petaka, mulai dari lalai menggunakan proteksi hingga menyebabkan penyakit menular seksual hingga kehamilan tak direncanakan. Supaya aman, batasi konsumsi alkohol Anda.

  1. Faktor Teknologi

Terlalu banyak menggunakan ponsel, gawai, dan sebagainya membuat Anda malas berhubungan seks. Distraksi teknologi ini sering mengancam momen intim antar pasangan, padahal Anda harus ingat kalau tempat tidur hanyalah untuk dua kegiatan utama saja, yaitu seks dan tidur.

  1. Kurang Percaya Diri

Anda merasa tidak menarik? Bagi pria atau wanita yang tidak percaya diri, gairah seks akan menurun secara drastis. Jika pasangan Anda kurang pede, coba berikan pujian tentang bagian anggota tubuh favorit Anda. Sebaliknya, jika Anda yang kurang pede, dengarkan pujian pasangan dan jadikan pemantik hubungan asmara dalam bercinta.

  1. Terlalu Stres

Apa pun penyebab Anda merasa stres, jika dibawa ke ranjang maka akan membuat Anda malas berhubungan seks. Stres akan menghalangi proses membuka diri baik secara fisik maupun emosional terhadap pasangan. Berbincang dengan pasangan akan membuat Anda merasa lebih lega sehingga mood bercinta pun lebih hangat.

  1. Perselisihan

Pasangan yang ingin memiliki hubungan seksual memuaskan sebaiknya jangan sering memendam perasaan akibat perselisihan. Utarakan dengan pasangan apa yang mengganggu benak Anda sebelum kalian berangkat ke ranjang bersama.

Read More

Panduan Lengkap Memahami Gangguan Tidur Anda

Dalam kasus tidur normal, siklus tidur terdiri dari REM (Rapid Eye Movement) dan 4 fase non-REM (NREM) yang terjadi dalam beberapa kali dalam satu malam. Fase 1 dari NREM adalah tidur ringan, sedangkan fase 4 adalah paling lelap.

Jika siklus tidur Anda terinterupsi secara terus menerus dan tidak dapat melalui secara normal tipe-tipe dan tahapan-tahapan tidur ini, Anda akan merasa lelah, letih, dan sulit berkonsentrasi atau fokus di pagi harinya. Kurang tidur dapat meningkatkan resiko bahaya saat berkendara atau kecelakaan lainnya.

Jenis-Jenis Gangguan Tidur

  • Gangguan Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian adalah kinerja jam biologis tubuh yang merupakan bagian kecil dari otak yang terletak di atas saraf-saraf berdekatan dengan belakang bola mata manusia. Cahaya dan olahraga akan menyetel jam ini dengan pergeseran maju atau mundur. Gangguan tidur muncul ketika terjadi gangguan pada bagian ini, seperti jet lag, jam kerja malam, sindrom fase tidur yang tertunda (tidur dan bangun telat), dan sindrom fase tidur lanjutan (tidur dan bangun awal).

  • Insomnia

Orang yang memiliki gangguan tidur insomnia tidak merasa memiliki waktu tidur malam yang cukup. Mereka akan mengalami gangguan tidur, seperti sulit tertidur atau sering terbangun di tengah malam. Insomnia adalah gangguan tidur yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda dan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya stres, kecemasan, depresi, tabiat tidur yang buruk, gangguan ritme sirkadian, dan pengaruh obat-obatan.

Penyebab insomnia bisa sementara dan terkadang karena hal sepele, misalnya jetlag. Insomnia jangka pendek bisa disebabkan oleh penyakit, kafein, dan obat-obatan. Sedangkan insomnia jangka panjang bisa karena stres, depresi, atau kecemasan yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

  • Mendengkur

Banyak orang dewasa yang mendengkur. Suara dengkuran dihasilkan ketika udara yang dihirup bergetar saat melewati jaringan tenggorokan. Mendengkur bisa menjadi gangguan tidur karena suara yang dihasilkan ini, sekaligus juga bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur yang serius yaitu apnea.

Penyebab gangguan mendengkur bisa dikarenakan alergi, asma atau kelainan pada struktur hidung.

  • Apnea

Gangguan tidur apnea muncul ketika jalur pernafasan atas Anda terblokir (total atau parsial), sehingga mengganggu pernafasan normal dalam periode waktu yang singkat. Anda lalu akan terbangun karena gangguan tidur ini, kemudian menyebabkan mengantuk berat keesokan harinya. Jika gangguan tidur ini dibiarkan, ada resiko tekanan darah tinggi, stroke, dan serangan jantung.

Apnea bisa melanda siapa saja, tanpa melihat usia, berat badan, atau jenis kelamin. Gangguan tidur ini terjadi karena pada rata-rata kasusnya, penderita memiliki tenggorokan dalam yang lebih kecil daripada normal serta perbedaan pada tulang dan jaringan lunak.

  • Kehamilan

Wanita hamil bisa mengalami gangguan tidur pada malam hari dan lelah keesokan harinya, pada trimester pertama dan ketiga sepanjang kehamilan. Pada trimester pertama, wanita hamil harus sering terbangun untuk menggunakan toilet dan juga mengalami morning sickness yang mengganggu tidur. Pada trimester ketiga, mimpi dan kondisi fisik juga bisa menyebabkan gangguan tidur. Setelah anak lahir, wanita harus menjaga bayi atau mengalami depresi pasca melahirkan yang bisa menyebabkan gangguan tidur.

Penyebab gangguan tidur semasa kehamilan sering berkaitan dengan perubahan kadar hormon tubuh, membesarnya bagian perut, cemas atau khawatir berlebihan, dan sebagainya.

  • Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan atau kelainan otak yang menyebabkan rasa ngantuk berat pada pagi/siang hari. Ini berkaitan dengan komponen genetik, walaupun tidak mutlak. Serangan tidur yang dramatis dan mendadak sering diasosiasikan dengan narkolepsi, namun banyak kasus narkolepsi yang tidak mengalami hal tersebut.

Penyebab narkolepsi tidak dapat dipastikan, dimulai dari genetik, kondisi lingkungan. hingga fungsi syaraf yang abnormal.

  • Restless Leg Syndrome

Restless Leg Syndrome adalah rasa tidak nyaman pada kaki yang terjadi pada malam hari. Penderita akan merasakan keinginan untuk menggerakkan kaki supaya merasa lega, biasanya gerakan yang eksesif, beritme, atau punya siklus tertentu. Ini bisa mengakibatkan gangguan tidur yaitu tidur menjadi tertunda atau terbangun saat tidur. Sindrom ini umumnya sering menimpa paruh baya dan manula.

Penyebab sindrom ini antara lain gagal ginjal, kelainan syaraf, kekurangan vitamin dan zat besi, kehamilan dan pengaruh obat-obatan seperti antidepresan. Faktor genetik juga berpengaruh hingga 40% dari kasus Restless Leg Syndrome.

  • Mimpi Buruk

Mimpi buruk terjadi pada fase REM yang bisa dipicu oleh stres, kecemasan, dan pengaruh obat-obatan. Sering, tidak ada penyebab jelas atas mimpi buruk namun bisa terjadi karena dipicu stres atau peristiwa menakutkan tertentu.

  • Teror Malam (Night Terror) & Berjalan saat Tidur (Sleepwalking)

Kedua gangguan tidur ini terjadi pada fase NREM dan sering melanda anak-anak berusia 3-5 tahun. Kasus gangguan tidur ini bisa sangat dramatis, biasanya anak akan terbangun sambil menjerit namun sulit menjelaskan rasa ketakutan mereka ataupun mengingat gambaran yang mengerikan namun tidak bisa mengingatnya. Teror malam sering lebih mengkhawatirkan orangtua daripada anak itu sendiri. Sedangkan sleepwaking adalah serangkaian aktivitas yang terjadi saat seseorang tidur dan punya potensi berbahaya, seperti meninggalkan rumah dalam kondisi tidur.

Hal-Hal Lain yang Bisa Menyebabkan Gangguan Tidur

  • Usia Muda: Balita membutuhkan tidur selama 16 jam tetapi sering mendapatkan interupsi karena harus menyusui, sedangkan anak usia sekolah harus tidur selama 10 jam tetapi bisa terkendala penyakit atau hal-hal lainnya.
  • Usia Tua: Untuk usia 60 tahun ke atas, gangguan tidur kerap terjadi seperti apnea dan tidak bisa tidur pulas.
  • Gaya hidup: Peminum kopi, alkohol, dan perokok sering memiliki gangguan tidur
  • Obat-obatan: Banyak obat yang menimbulkan gangguan tidur
  • Depresi & Gangguan Kecemasan: Insomnia adalah gejala umum depresi dan gangguan kecemasan
  • Gangguan jantung & paru-paru: Penderita dengan gangguan tidur sering mengeluh kesulitan bernafas yang bisa merupakan gejala gagal jantung atau gangguan paru-paru
Read More

Tips Mendukung Tahapan Perkembangan Anak 23 Bulan

Pada perkembangan anak 23 bulan, umumnya anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat atau dengar.

Tidak terkecuali, apa yang diucapkan oleh orangtua atau orang-orang di lingkungannya. Balita juga bisa mengulangi atau lebih tepatnya, menirukan perkataan orang yang sering ia dengar.

Sebenarnya, kemampuan anak untuk meniru orangtua adalah tanda-tanda yang baik dalam perkembangan anak 23 bulan.

Sayangnya, jika anak mendapatkan teladan atau contoh yang kurang baik, tentu hal ini akan menjadi bumerang bagi orang tua.

Jadi, sebaiknya Anda berhati-hati dalam berbicara dan melakukan tindakan di depan anak. Berusahalah untuk lebih selektif dalam menonton acara TV, menonton video Youtube, atau mendengarkan musik yang sesuai dengan usia anak.

Perkembangan Anak 23 Bulan

Setiap balita adalah anak yang unik. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anak Anda mungkin juga akan tumbuh dengan cara yang berbeda dari rekan-rekannya. Untuk mengetahui tahapan perkembangan anak 23 bulan, cek beberapa hal berikut:

  • Mengukur tinggi, berat badan, dan lingkar kepala anak
  • Membandingkan berat badan dan tinggi badannya dengan ukuran anak-anak lain seusianya.
  • Memeriksa tinggi dan berat badannya, serta catatlah di buku perkembangan anak.

Tips Mendukung Perkembangan Anak 23 Bulan

  1. Tegas dan Berkomitmen

      Si kecil merengek minta dibelikan mainan dan Anda tidak menyetujuinya? Yang jelas, menangis atau tantrum adalah salah satu cara anak bernegosiasi. Jangan bertindak dengan kekerasan atau memarahi anak, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, biarkan anak berhenti menangis dan tenang dahulu, baru kemudian memberinya penjelasan.

  • Membiasakan Makanan Sehat

      Soal makanan, lebih baik mulai membiasakan memberi makanan sehat dan menghindari junk food. Biasakan anak memakan buah-buahan, sayuran dan hindari minuman bersoda atau gorengan.

3.   Sakit Telinga

      Saat balita sakit telinga, kemungkinan ia hanya menangis dan mencoba menarik-narik telinga, serta sedikit rewel dari biasanya. Segera temui dokter untuk menghindari infeksi yang lebih serius.

4.   Mengajak Berkarya Seni

      Perkembangan anak usia 23 bulan juga bisa ditingkatkan dengan mendorong kreativitas si kecil melalui kesenian. Ajak si kecil untuk menggambar, melukis, atau membuat karya seni. Berikan ia krayon, plastisin, cat lukis, dan sebagainya.

5.   Mengajak Balita Berenang

      Jika Anda membawa balita berenang di kolam renang, pengawasan harus lebih ekstra hati-hati dan jangan pernah meninggalkan si kecil bermain air sendirian. Jangan lupa memakai tabir surya untuk melindungi kulit balita dari paparan sinar matahari atau sunburn.

6.   Meluangkan Waktu “me time”

      Ketika anak tidur, tidak ada salahnya untuk mengambil waktu jeda untuk diri Anda sendiri alias me time. Anda bisa menelepon teman dan mengobrol, membaca buku, bersantai sambil menonton TV, atau hanya berbaring dan ikut beristirahat untuk mengusir lelah. Membesarkan balita dalam tahap perkembangan anak usia 23 bulan memang sedikit melelahkan, namun semua akan terbayar dengan keceriaan dan senyuman si kecil yang senantiasa sehat.

Read More

6 Jenis Makanan yang Membantu untuk Menurunkan Berat Badan

Cara terbaik saat Anda berusaha menurunkan berat badan biasanya adalah dengan berolahraga yang rajin. Namun, kenyataannya berolahraga saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan kebiasaan sehat seperti mengonsumsi makanan sehat. Pernah terbayangkan jika mengonsumsi coklat mampu menurunkan berat badan? Tentunya sangat menyenangkan, bukan? Menurut beberapa penelitian, kini ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu Anda dalam masalah diet tanpa merugikan kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan untuk menurunkan berat badan Anda secara sehat.

  1. Mengonsumsi Air Putih

Istilah di atas mengacu pada kesalahan orang-orang saat melakukan diet. Terkadang Anda lupa bahwa tubuh harus tetap terhidrasi dengan air sehingga melupakan rasa ‘lapar’ karena kehausan. Jika saat diet Anda merasa lapar, maka sebaiknya konsumsi air putih secara teratur. Namun, ada baiknya pula jika Anda mengonsumsi buah yang memiliki kadar air sebanyak 80%-90%.

  • Mengonsumsi Serat

Menurut penelitian, seseorang yang mengonsumsi biji-bijan akan mudah mengatur berat badannya. Serat yang terkandung dalam biji-bijian dapat membuat Anda merasa kenyang. Banyak dari orang Amerika yang mendapatkan saran untuk mengonsumsi setengah dari 30 hingga 35 gram serat. Bahkan serat yang tertinggi dimiliki oleh buah serta sayuran. Jadi, tunggu apalagi untuk Anda menunda mengonsumsi serat?

  • Mengonsumsi Kedelai

Kita semua mengetahui bahwa kedelai merupakan salah satu makanan yang kaya akan kalsium. Jika Anda tidak menyukai susu, maka cara terbaik untuk mendapatkan kalsium adalah dengan mengonsumsi kedelai. Saat ini banyak jenis makanan yang mengandalkan kedelai di dalamnya, salah satunya adalah tahu dan tempe yang menjadikan keduanya sebagai menu makanan untuk menurunkan berat badan yang pas.

  • Mengonsumsi Susu Kalsium

Banyak orang mengatakan bahwa jika Anda tengah melakukan diet, namun tidak mengonsumsi susu kalsium maka kalori yang berkurang tidak sebanyak seseorang yang meminum susu kalsium. Hal ini tentu beralasan, menurut penelitian teori bahwa kalsium dapat melawan kalori sehingga menyebabkan Anda dapat menurunkan berat badan lebih banyak ketimbang yang tidak mengonsumsi susu.

  • Mengonsumi Biji-bijian

Biji-bijian merupakan sumber dari kalori terbesar, namun di dalamnya juga terkandung protein, serat, dan lemak yang ‘baik’ untuk tubuh. Seggenggam (berisi 10 hingga 12 biji) kacang almond atau kenari dapat membantu anda untuk menurunkan resiko hati, kanker, serta diabetes.

  • Mengonsumsi Teh Hijau

Saat ini teh hijau sudah lumrah dikonsumsi, terlebih oleh masyarakat Indonesia. Minuman ini sangat kaya akan kandungan antioksidan dan membantu menjaga serta meningkatkan kekebalan tubuh. Mengonsumsi teh hijau disarankan sebanyak 2 hingga 3 cangkir dalam sehari.

Menurunkan berat badan memang susah-susah gampang. Berolahraga serta mengonsumsi makanan untuk menurunkan berat badan juga menjadi salah satu faktor penunjang bagi Anda yang sedang melakukan diet. Semoga artikel ini dapat membantu Anda yang sedang atau akan melakukan diet.

Read More

Jatuh dengan Posisi Duduk? Waspadai Risiko Cedera Tulang Ekor Ini

Tulang ekor (coccyx) merupakan tulang kecil yang terletak pada bagian bawah tulang belakang. Saat seseorang jatuh dengan posisi duduk di mana tulang ekor menjadi bagian yang terbentur, akan ada risiko terjadinya cedera tulang ekor. Cedera tulang ekor ini biasanya akan menimbulkan rasa nyeri akibat memar tulang atau peregangan ligamen. Tidak hanya itu, cedera tulang ekor juga dapat menyebabkan memar, dislokasi, serta patah pada tulang ekor. Meskipun relatif membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh, mayoritas cedera tulang ekor dapat disembuhkan dengan perawatan yang tepat dan cepat.

Penyebab Cedera Tulang Ekor
Sebagian besar cedera tulang ekor disebabkan oleh trauma pada daerah tulang ekor. Trauma tulang ekor biasanya terjadi saat:

  • Jatuh dengan benturan pada lantai yang keras pada tulang ekor dalam posisi duduk.
  • Pukulan langsung pada tulang ekor, seperti yang terjadi saat melakukan aktivitas fisik berat dan olahraga yang dapat melukai tulang ekor.
  • Tulang ekor yang terluka atau retak karena proses persalinan.
  • Strain berulang atau gesekan terhadap tulang ekor saat bersepeda atau mendayung.
  • Dampak dari infeksi lokal dan tumor.

Gejala Cedera Tulang Ekor

Jika Anda mengalami trauma di area tulang ekor, waspadai beberapa gejala cedera tulang ekor yang mungkin terasa, seperti:

  • Nyeri yang parah pada area tulang belakang.
  • Apabila terjadi cedera traumatis, akan muncul memar.
  • Rasa sakit menjadi lebih parah saat duduk dalam waktu yang lama dengan tekanan langsung ke daerah tulang ekor.
  • Timbul rasa sakit saat ada pergerakan usus dan kesulitan saat mengejan.
  • Pada wanita, akan terasa sakit saat berhubungan seksual.

Pengobatan Cedera Tulang Ekor
Jika Anda mengalami tanda dan gejala cedera tulang ekor atau rasa ridak nyaman yang tidak dapat dijelaskan di daerah tulang ekor, segera lakukan pemeriksaan pada dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan apakah Anda mengalami cedera traumatis atau masalah lain yang lebih serius. Biasanya, dokter akan mengambil informasi mengenai riwayat medis dan pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan akan dilakukan foto sinar-X.

Apabila tidak ditemukan hal yang serius, biasanya dokter akan mengizinkan Anda untuk pulang dan melakukan perawatan di rumah. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda pahami untuk melakukan perawatan rumah terhadap cedera tulang ekor, di antaranya:

  1. Hindari duduk dalam jangka waktu yang lama. Saat duduk, hindari duduk di permukaan yang keras dan upayakan untuk menumpu pada salah satu sisi bokong secara bergantian.
  2. Untuk cedera traumatis, kompreskan es ke daerah tulang belakang selama 15-20 menit, empat kali sehari, dalam beberapa hari pertama setelah cedera. Hal ini penting untuk mengurangi bengkak dan meredakan rasa sakit.
  3. Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kemampuan Anda untuk bergerak.
  4. Konsumsi makanan tinggi serat untuk melembutkan kotoran dan menghindari sembelit.


Selain perawatan di rumah, dokter juga memberikan bantuan lebih lanjut dengan intervensi medis termasuk tindakan operasi bedah jika ada kondisi yang serius. Berikut ini adalah beberapa tindakan medis yang biasanya diberikan dokter:

  1. Obat nyeri untuk meredakan rasa sakit.
  2. Obat untuk melunakkan kotoran untuk mencegah konstipasi.
  3. Suntikan anastesi lokal pada tulang ekor untuk nyeri yang berkelanjutan.
  4. Tindakan operasi.

Pencegahan Cedera Tulang Ekor Meskipun tidak berisiko tinggi, ada baiknya untuk selalu menghindari terjadinya cedera, khususnya pada tulang ekor. Meskipun kecelakaan sangat sulit untuk diprediksi, Anda dapat berupaya mencegah cedera tulang ekor dengan lebih berhati-hati dan menggunakan pelindung saat melakukan olahraga fisik yang berpotensi mencederai tulang ekor.

Read More