virus corona

Bagaimana Cara Melindungi Diri Anda dari Virus Corona?

Awal tahun 2020 ini dibuka dengan berita yang cukup mengkhawatirkan, coronavirus outbreak. Anda pasti mendengar kabar tentang virus ini atau bahkan sudah termasuk yang turut panik?

Wajar saja bila kita semua merasa khawatir, per 11 Maret 2020 data WHO menunjukkan virus corona telah menyerang 118.322 orang. Namun, panik tentu bukanlah solusi. Cara untuk mengatasi ketakutan dan kepanikan adalah dengan membekali diri kita dengan informasi yang benar.

Apa itu virus corona?

Pada Desember 2019, terdapat sekelompok kasus radang paru-paru di China. Investigasi yang dilakukan oleh institusi kesehatan terkait melaporkan bahwa kasus tersebut disebabkan oleh virus yang awalnya belum diketahui dan kemudian diberi nama 2019 novel corona virus.

Virus corona diketahui sebagai kelompok besar virus dengan material genetik yang dibungkus oleh ‘amplop’ dan protein yang menyerupai mahkota. Di dalam bahasa latin, mahkota disebut corona, dari sinilah penamaan virus ini berasal.

Sebagai kelompok besar virus, artinya ada beberapa jenis virus yang tergolong ke dalam virus corona. Virus dalam kelompok ini ada yang menyebabkan gangguan pernapasan serta beberapa menyebabkan gangguan pencernaan. Dampak yang ditimbulkan rata-rata ringan, namun terdapat beberapa jenis yang menimbulkan dampak cukup parah, seperti virus corona yang menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-COV) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-COV).

Jadi, 2019-nCoV atau COVID-19 yang dilaporkan pada Desember 2019 lalu, merupakan jenis baru dari virus corona. Karena ini merupakan virus baru, maka hal-hal yang sekarang diketahui terkait virus ini sangat mungkin berubah.

Infeksi pertama kali memang ditemukan di Wuhan, China, tapi kini telah dinyatakan sebagai pandemi. Sebab sudah tersebar hampir di seluruh dunia.

Berdasarkan informasi yang disediakan oleh WHO, cara penularan COVID-19 belum diketahui secara pasti. Namun, secara umum virus dapat menyebar melalui tetesan ludah halus penderita ketika berbicara, batuk, atau bersin.

Tetesan ludah halus tersebut dapat masuk langsung ke hidung atau mulut orang sehat dan menyebabkannya terinfeksi. Selain itu, tetesan ludah halus penderita juga dapat menempel pada permukaan benda. Maka, disarankan untuk sesering mungkin membersihkan permukaan benda yang memiliki kontak dengan orang sakit. Sebab ketahanan virus ini belum diketahui, maka waspada merupakan jalan satu-satunya.

Cara agar tidak tertular virus corona

Pasien yang tertular COVID-19 atau lebih lazim disebut virus corona, menunjukkan gejala-gejala ringan hingga berat. Beberapa tanda yang muncul di antaranya demam, batuk, kesulitan bernapas atau napas menjadi pendek. Pada kondisi yang lebih parah, dapat terjadi pneumoniae, gagal ginjal, hingga kematian.

Tidak heran apabila terjadi kepanikan dalam menghadapi virus corona ini, sebab sampai saat ini belum ada pengobatan yang pasti untuk mengatasi virus ini. Penanganan yang diberikan merupakan penanganan pendukung untuk mengatasi gejala dan mencegah keadaan pasien semakin buruk. Sementara vaksin bagi virus ini masih dalam proses pengembangan.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan? Mencegah agar tidak tertular atau meminimalisasi penyebaran virus tersebut. Berikut ini anjuran dari WHO terkait langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

1. Hindari kontak dengan orang sakit

Sebisa mungkin Anda perlu menghindari kontak dengan orang sakit. Sebab tidak tertutup kemungkinan orang tersebut telah tertular virus corona. Apalagi jika telah terkonfirmasi orang yang bersangkutan terinfeksi virus corona, sebaiknya tidak melakukan kontak sama sekali.

2. Rutin mencuci tangan

Cucilah tangan Anda dengan air mengalir dan sabun secara rutin, bahkan lebih sering dari biasanya. Selain air mengalir dan sabun, cairan antiseptik yang mengandung alkohol juga dapat digunakan. Saat ini, cara ini dianggap paling efektif untuk mencegah diri Anda tertular oleh virus corona.

3. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut

Usahakan untuk tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut, sebab tangan Anda mungkin saja sudah terkontaminasi virus corona yang menempel pada permukaan benda. Bagian tubuh tersebut memiliki membran mukosa yang dapat menjadi jalan masuk virus.

4. Hindari kontak dengan hewan

Sampai saat ini, belum diketahui dari mana COVID-19 berasal. Berkaca dari kejadian sebelumnya, MERS-COV ditularkan kepada manusia dari unta, sedang SARS-COV ditularkan kepada manusia oleh kucing, maka untuk mencegah penyebaran virus corona ini sebaiknya Anda menghindari kontak dengan hewan. Jika terpaksa harus ada kontak dengan hewan, cucilah tangan Anda setelah menyentuh hewan.

5. Perhatikan kebersihan saat bersin dan batuk

Selalu tutup mulut Anda saat bersin atau batuk. Gunakan lipatan sikut untuk menutup mulut dan hidung. Anda boleh menggunakan tisu sekali pakai, asal langsung membuangnya ke tempat sampah yang tertutup.

Pakailah masker apabila Anda sedang sakit dan terpaksa harus keluar rumah. Meskipun, lebih baik dan lebih bijak untuk tetap tinggal di rumah ketika Anda sedang sakit.

Apabila Anda telah berusaha menjaga kebersihan dan pola hidup agar sistem kekebalan tubuh tetap baik, namun Anda merasakan demam dan kesulitan bernapas, atau gejala lain yang Anda duga sebagai tanda infeksi virus corona, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Jangan lupa untuk menceritakan riwayat bepergian Anda kepada dokter.

Sumber:
https://www.sehatq.com/tag/coronavirus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *