Benarkan Penggunaan Obat Penyubur Kandungan Tingkatkan Risiko Kanker?

Memiliki anak tentu menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi siapapun pasangan yang telah menikah. Terlebih lagi bagi mereka yang telah menikah dalam waktu yang lama. Akan tetapi, kehamilan tidak bisa didapat semudah yang dibayangkan. Banyak dari mereka yang sudah melakukan berbagai cara untuk bisa hamil. Salah satunya dengan menggunakan obat penyubur kandungan.

penyubur kandungan

Obat kesuburan pada wanita berguna untuk mengatur dan merangsang terjadinya ovulasi. Hal ini merupakan salah satu cara pengobatan yang dilakukan oleh wanita yang mengalami ketidak suburan. Banyak faktor yang menyebabkan tidak suburan pada seorang wanita.

Obat penyubur kandungan tingkatkan risiko kanker?

Pada dasarnya, obat apapun yang kita konsumsi tentu memiliki risiko, termasuk obat kesuburan. Pada sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of National Cancer, bahwa wanita dengan usia di bawah 50 tahun yang menggunakan obat penyubur kandungan untuk mendapatkan kehamilan memiliki risiko tinggi terkenan kanker payudara.

Meski begitu, risiko yang sama tinggi pun hampir sama dengan risiko rata-rata para wanita yang tidak mengonsumsi obat kesuburan, tetapi masih lebih tinggi pada wanita yang mengonsumsi obat kesuburan.

Obat penyubur kandungan bekerja untuk merangsang ovarium untuk menghasilkan sel telur yang lebih matang dari biasanya. Tanpa obat tersebut, seorang wanita yang kurang subur hanya dapat menghasilkan satu atau dua sel telur persiklusnya. Nah, dengan obat kesuburan ini bisa menghasilkan hingga 10 sel telur untuk dilepaskan.

Jadi dengan mengonsumsi obat kesuburan dapat meningkatkan jumlah esterogen dalam tubuh. Sedangkan estrogen ekstra tersebut dapat merangsang pertumbuhan sel kanker payudara dengan reseptor hormon positif. Meskipun hasil dari penelitian sangat beragam dan belum dapat dihubungkan dengan kondisi ini.

Selain itu, ada faktor lain yang bisa menyebabkan seorang wanita terkena kanker payudara, selagi mereka mengonsumsi obat penyubur kandungan. Jadi ada banyak faktor yang mempengaruhi risiko kanker payudara.

Risiko menggunakan obat penyubur kandungan

Selain kemungkinan risiko terkena kanker, ternyata ada beberapa risiko lain yang ditimbulkan akibat penggunaan obat kesuburan. Misalnya saja seperti:

  • Kehamilan berlipat

Obat kesuburan yang dikonsumsi secara diminum bisa membuat kehamilan ganda atau kembar. Peluang untuk mendapatkan kehamilan berlipat akan meningkat sekitar 30% dengan obat kesuburan suntik. Pun demikian dengan obat kesuburan yang disuntik, memiliki risiko lebih besar mendapatkan kehamilan kembar tiga atau lebih.

Umumnya, semakin banyak janin yang dikandung, maka semakin besar pula risiko persalinan prematur, berat badan rendah, dan masalah perkembangan dikemudian hari.

  • Sindroma hiperstimulasi ovarium atau ovarium hyperstimulation syndrome (OHSS)

Menyuntikkan obat penyubur kandungan untuk menginduksi ovulasi dapat menyebabkan OHSS, di mana kondisi tersebut dapat menyebabkan ovarium bengkak dan nyeri. Gejala lain yang muncul antara lain sakit perut ringan, kembung, mual, muntah dan diare.

Namun, jika Anda berhasil hamil, gejala tersebut mungkin akan berlangsung selama beberapa minggu dan menghilang. Tetapi, sangat jarang terjadi jika OHSS bertambah buruk dan menyebabkan penambahan berat badan dengan cepat, ovarium yang nyeri dan membesar, cairan di perut dan sesak napas.

  • Risiko jangka panjang tumor ovarium

Wanita yang mengonsumsi obat penyubur kandungan memiliki risiko kecil jangka panjang terkena tumor ovarium. Namun beberapa peneliti menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi obat kesuburan selama 12 bulan atau lebih tanpa kehamilan yang berhasil memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor ovarium dikemudian hari. Jadi, pada intinya penggunaan obat penyubur kandungan pada wanita belum tentu bisa meningkatkan kanker. Karena bisa jadi kanker tersebut terjadi karena faktor pendukung lainnya. Untuk melakukan program kesuburan ini tentu Anda harus tetap mengikuti anjuran dari para ahli yaitu dokter untuk mendapatkan hasil maksimal dan minim risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *