Ciri-Ciri Depresi Melankolis yang Perlu Diketahui

Dikenal dengan sebutan melancholic depression atau juga disebut dengan depresi melankolis merupakan momen dimana seseorang mengalami kondisi tekanan mental. Kondisi ini setidaknya dialami oleh 12 hingga 15 persen wanita di Inggris, selain itu sangat erat kaitannya dengan bipolar disorder.

Kondisi melankolis pada umumnya membuat si penderita mengalami lesu dalam menjalani hidup, selain itu tak jarang para penderita juga mengalami gejala kecemasan berlebih hingga phobia dalam menghadapi dunia sosial. Selain itu, apabila kondisi ini dirasa sangat mengganggu, si penderita bahkan tak segan untuk mengakhiri hidup.

Ciri-ciri Depresi Melankolis

Ciri seseorang yang mengalami melancholic depression bisa dilihat dari gejala yang muncul, bahkan gejala yang dialami satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda. Gejala yang muncul bisa berlainan, seseorang bisa mengalami depresi saja tetapi tidak sedikit yang juga merasakan catatonia dengan gerakan ekstrem, berikut beberapa gejala yang bisa muncul.

  • Merasa sedih dalam jangka waktu lama dan terus menerus.
  • Tidak memiliki rasa tertarik pada aktivitas yang sebelumnya disukai.
  • Merasa tidak memilik energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Merasa cemas hingga mudah tersinggung.
  • Nafsu makan yang tidak teratur hingga berantakan bersamaan dengan siklus tidur.
  • Munculnya perubahan dalam gerakan tubuh hingga sulit berkonsentrasi ketika mengambil keputusan.
  • Sulit untuk berkomunikasi, berbicara dan berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
  • Mencoba melakukan bunuh diri dan tidak bereaksi terhadap berita positif.
  • Turun berat badan secara drastis, hingga merasa tidak berguna dan merasa bersalah.

Gejala di atas juga bisa terjadi pada seseorang yang menderita major depressive disorder, untuk mengetahui hal ini dokter akan melakukan pemeriksaan dengan bertanya secara detail mengenai apa yang dirasakan oleh seseorang tersebut. Mulai dari pagi, siklus tidur hingga bagaimana seseorang tersebut memandang aktivitas yang dijalani.

Hingga pada akhirnya, depresi yang muncul dan dialami seseorang menjadi sangat buruk dan tidak konsisten terutama di pagi hari saat bangun tidur. Salah satu aktivitas yang biasa dilakukan oleh seseorang dengan kondisi depresi ini adalah mampu beraktivitas seperti melakukan jalan kaki selama lebih dari dua jam di pagi hari waktu normal.

Penyebab Depresi

Belum diketahui secara pasti penyebab jelas seseorang mengalami depresi melankolis, meski demikian terdapat beberapa hal yang dapat menjadi pemicu munculnya depresi ini. Di antaranya seperti latar belakang keluarga, trauma masa lalu, hormon hingga zat kimia otak. Depresi ini juga diyakini memiliki pemicu secara biologis.

Seseorang yang rentan terhadap kondisi ini biasanya lansia, pasien rawat inap selama beberapa periode dan orang yang sulit membedakan apa itu kenyataan dan imajinasi. Sementara itu, orang dengan kondisi ini pada umumnya bisa diatasi dengan konsumsi obat seperti anti-depresan yang baru dan efektif.

Dokter akan memberikan resep dengan fungsi membantu pemecahan serotonim dan  norepinephrine di otak, konsumsi obat ini nantinya bisa membuat seseorang merasa senang dan rasa atau mood menjadi lebih baik. Dokter juga akan menyarankan penderita untuk mengikuti sesi bicara agar kondisinya membaik.

Pada kasus depresi melankolis yang parah, penderita akan disarankan untuk melakukan electroconvulsive (ECT) yang berfungsi untuk meredakan gejala yang timbul. Metode ini dilakukan dengan cara menempelkan elektroda di kepala, fungsinya untuk mengirim impuls elektrik yang terdapat di otak.

ECT merupakan perawatan yang terbilang aman sekaligus efektif untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Meski demikian, terdapat stigma juga yang menyertainya hal inilah yang membuat ECT menjadi pilihan meskipun bukan pengobatan utama bagi seseorang yang mengalami depresi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *