Gejala dan Cara Pengobatan Rabun Jauh

Dikenal juga dengan nama miopia, rabun jauh merupakan kondisi dimana mata tak mampu digunakan untuk melihat sebuah objek dalam jarak yang jauh. Seseorang yang mengidap penyakit ini memiliki tingkat parah yang berbeda dari satu penderita dan penderita lainnya. Tergantung beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya kondisi ini.

Kelainan refraksi yang terjadi pada mata merupakan penyebab munculnya kondisi ini, sehingga menyebabkan cahaya yang masuk ke mata dan cahaya jatuh di depan retina. Terdapat dua faktor yang memicu seseorang mengalami kondisi ini, pertama adalah faktor keturunan dan yang kedua adalah adanya pengaruh lingkungan.

Gejala Rabun Jauh

Kondisi miopi bisa terjadi kepada siapa saja, selain itu juga tidak mengenal umur, secara umum gejala yang timbul akibat penyakit ini biasanya muncul ketika penderita masih berusia dini atau anak-anak. Berikut ini beberapa gejala yang menjadi penyebab munculnya miopi yang diderita oleh seseorang.

  • Terlalu berlebihan mengedipkan mata.
  • Terlalu sering menggosok-gosok mata.
  • Muncul pandangan kabut ketika melihat objek jauh.
  • Terserang sakit kepala yang diakibatkan mata dipaksa bekerja berlebihan.

Penentuan miopi dilihat berdasarkan dioptri, yakni suatu pengukuran yang dilakukan oleh dokter ahli dalam mengukur tingkatan penyakit ini. Terdapat tiga tingkat parahnya level miopi yang diidap para penderita. Berikut ini tiga tingkat parahnya level miopi yang biasanya diukur oleh para dokter dalam menentukan tingkat parahnya miopi.

  • Miopi Ringan

Secara umum level ringan miopi biasanya para penderita membutuhkan kacamata ketika mereka melakukan aktivitas. Kacamata dalam hal ini berfungsi sebagai alat pembantu si penderita ketika melihat sesuatu dalam aktivitasnya, seperti sekolah, kerja dan lain sebagainya.

  • Miopi Menengah

Untuk tingkat parah level menengah, secara umum para penderita disarankan untuk selalu memakai kacamata ketika beraktivitas atau juga bisa menggunakan lensa kontak. Untuk membantu penderita dalam melihat objek atau sesuatu.

  • Miopi Berat

Bagi penderita dengan miopi level yang sudah berat, sangat memerlukan alat bantu kaca mata atau lensa kontak. Jika penderita dengan level ini tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak maka ia hanya dapat melihat benda atau objek jika benda atau objek tersebut mendekat.

Cara Pengobatan

Satu hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengobatan pada miopi, yakni pengobatan akan kondisi ini bisa dilakukan sesuai beberapa faktor. Di antaranya, usia, tingkat parahnya miopi hingga kondisi dari si penderita. Berikut ini beberapa metode yang bisa dilakukan penderita dalam menangani miopi.

  • Operasi Sinar Laser

Salah satunya seperti operasi lasik, operasi mata dengan menggunakan laser ini dilakukan pada penderita miopi agar kondisi mata bisa kembali normal. Tujuan dilakukannya operasi ini adalah memperbaiki bentuk kornea mata dari pengidap miopi dan agar kembali normal kembali. Namun, operasi ini tidak bisa dilakukan jika ukuran minus seseorang masih fluktuatif.

  • Implantasi Lensa Buatan

Dinamakan implantasi lensa buatan karena proses yang harus dilakukan adalah dengan melakukan cangkok lensa pada mata. Terdapat beragam jenis lensa yang bisa digunakan bergantung pada kebutuhan sehari-hari para pasien. Operasi lensa buatan ini tidak hanya diperuntukkan pada pasien miopi, tetapi juga bagi penderita katarak.

  • Penggunaan Kacamata

Penggunaan kacamata ini merupakan cara yang bisa digunakan sebagai pencegahan, penggunaan kacamata dan lensa ini merupakan pengobatan sementara. Dengan tujuan agar penyakit rabun jauh yang diderita seseorang tidak terlalu parah dan masuk ke level parah maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *