Infeksi Saluran Reproduksi

Infeksi saluran reproduksi merupakan jenis infeksi yang terjadi pada bagian organ genital. Hal tersebut bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.

Jenis Infeksi Saluran Reproduksi

Infeksi saluran reproduksi dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

  • Infeksi menular seksual

Contoh infeksi menular seksual yang terjadi pada manusia adalah HIV dan chlamydia.

  • Infeksi endogenus

Infeksi endogenus terjadi karena adanya pertumbuhan secara berlebihan dari organisme yang berada di saluran reproduksi, namun dalam keadaan normal. Contoh infeksi endogenus adalah vaginosis bakteri dan kandidiasis vulvovaginal.

  • Infeksi iatrogenik

Infeksi iatrogenik terjadi karena adanya kesalahan prosedur medis seperti proses melahirkan yang tidak dilakukan dengan baik.

Gejala

Seseorang yang mengalami infeksi saluran reproduksi bisa mengalami berbagai gejala, namun bergantung pada jenis penyakit yang dialami. Berikut adalah gejala yang timbul berdasarkan penyakit yang terjadi sehingga dapat membuat penderita mengalami infeksi saluran reproduksi:

  • Sipilis

Sipilis memicu adanya luka yang tampak seperti sariawan pada bagian kelamin, anus, atau rongga mulut penderita. Meskipun tidak menimbulkan rasa nyeri, gejala tersebut akan muncul dalam waktu 10 hingga 90 hari setelah penderita mengalami infeksi.

  • Chancroid

Chancroid bisa membuat seseorang mengalami luka yang tampak seperti sariawan yang disertai dengan warna abu-abu yang lembek pada bagian kelamin. Gejala tersebut akan muncul dalam waktu 3 hingga 10 hari setelah penderita mengalami infeksi.

  • Herpes genital

Gejala yang dialami penderita akibat herpes genital adalah terdapat benjolan kecil pada alat kelamin. Benjolan tersebut bisa pecah dan menimbulkan luka seperti cekungan sehingga membuat penderita merasa nyeri.

  • Chlamydia

Chlamydia bisa membuat seseorang merasa nyeri ketika buang air kecil dan menunjukkan bercak-bercak merah setelah berhubungan seksual. Gejala tersebut terjadi dalam waktu 7 hingga 21 hari setelah penderita mengalami infeksi.

  • Gonore

Gonore bisa membuat seseorang merasa nyeri ketika buang air kecil. Gejala tersebut terjadi dalam waktu 1 hingga 14 hari setelah penderita mengalami infeksi.

  • Trichomoniasis

Gejala yang muncul akibat thrichomoniasis adalah rasa gatal, kemerahan, lebam, dan nyeri ketika buang air kecil.

  • HPV

HPV bisa menimbulkan sesuatu yang tampak seperti ruam, namun tidak menimbulkan rasa nyeri.

  • Candidiasis

Gejala yang muncul akibat candidiasis adalah gatal, iritasi, dan nyeri pada bagian luar alat kelamin.

  • Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri bisa menimbulkan gejala berupa gatal dan cairan putih yang keluar dari vagina yang dapat mengeluarkan bau yang menyengat.

Penyebab

Berikut adalah penyebab infeksi saluran reproduksi berdasarkan penyakit yang dialami penderita:

  • Sipilis

Sipilis disebabkan oleh bakteri triponema pallidum.

  • Chancroid

Chancroid disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi.

  • Herpes genital

Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2.

  • Chlamydia

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

  • Gonore

Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

  • Trichomoniasis

Trichomoniasis disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis.

  • HPV

HPV disebabkan oleh virus HPV dimana virus tersebut dapat menyebar dari kulit ke kulit.

  • Candidiasis

Candidiasis disebabkan oleh infeksi jamur candida albicans.

  • Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri disebabkan oleh adanya bakteri pada vagina.

Diagnosis

Jika Anda mengalami infeksi saluran reproduksi, Anda sebaiknya periksa ke dokter. Dokter akan menanyakan kondisi Anda. Setelah itu, dokter akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium. Contoh pemeriksaan yang dilakukan dokter adalah pemeriksaan serologis (untuk mengetahui jika pasien terkena sipilis atau tidak) dan pap smear (untuk mengetahui jika pasien terkena kanker serviks atau tidak).

Pengobatan

Ada berbagai pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk mengobati infeksi saluran reproduksi, namun bergantung pada gejala yang dialami pasien. Contoh obat yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah obat antibiotik seperti cefixime dan azithromycin.

Pencegahan

Karena infeksi saluran reproduksi berkaitan dengan hubungan seksual, untuk mencegah masalah tersebut, cara yang paling aman adalah tidak berhubungan seks sama sekali. Anda boleh saja berhubungan seks dengan pasangan Anda, namun pastikan Anda atau pasangan Anda tidak mengalami infeksi.

Kesimpulan

Infeksi saluran reproduksi merupakan jenis infeksi yang dapat menimbulkan berbagai gejala. Untuk mencegah masalah seperti ini, Anda dianjurkan untuk melakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang infeksi saluran reproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *