Jari Kaki Bengkak dan Sakit? Mungkin Anda Mengalami Patah Jari Kaki

Telapak kaki manusia terdiri atas 26 ruas tulang dengan susunan tulang kecil yang membentuk jari kaki. Tulang-tulang jari kaki ini sangatlah kecil sehingga berisiko tinggi mengalami cedera berupa fraktur atau patah tulang.

Penyebab Patah Jari Kaki
Patah jari kaki adalah salah satu dari beberapa jenis trauma atau cedera pada kaki. Cedera seperti ini biasanya terjadi karena kecelakaan saat terjatuh atau terkena jatuhan benda berat pada jari kaki. Bahkan, gerakan ekstrim berulang pada olahraga tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya patah jari kaki.

Gejala Patah Jari Kaki
Setelah mengalami kecelakaan, rasa sakit, bengkak, atau kekakuan akan menjadi tanda yang muncul pada cedera patah jari kaki. Memar kulit di sekitar jari kaki yang mengalami cedera mungkin juga akan terlihat. Selain itu, bentuk kaki juga tidak akan terlihat normal, seperti misalnya tampak menekuk atau berubah bentuk akibat tulang yangpatah. Patah jari kaki juga dapat ditandai dengan sulitnya berjalan karena rasa sakit yang teramat sangat, khususnya jika yang patah adalah tulang ibu jari.


Tidak hanya itu, jika tidak ditangani dengan tepat, patah jari kaki dapat menimbulkan masalah kesehatan lain berupa komplikasi, di antaranya:

  1. Cedera kuku: Kumpulan darah dapat menggumpal di bawah kuku yang menimbulkan munculnya hematoma subungual. Jika gumpalan besar, akan diperlukan tindakan pengeringan yang dilakukan oleh dokter atau perawat.
  2. Patahan keluar: Meskipun jarang terjadi, tulang jari kaki yang patah dapat menonjol keluar melalui kulit. Kondisi ini harus segera diatasi untuk menghindari terjadinya infeksi serius.

Pengobatan Patah Jari Kaki

Cedera patah jari kaki memerlukan penanganan segera dan intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika hal-hal berikut terjadi:

  1. Rasa sakit yang memburuk, bahkan tidak membaik setelah mengonsumsi obat nyeri.
  2. Luka kemerahan atau luka terbuka di dekat jari kaki yang patah

Selain itu, pastikan juga untuk segera pergi ke bagian gawat darurat rumah sakit jika ada tanda atau gejala berikut:

  1. Jari kaki dingin, mati rasa, atau kesemutan
  2. Kulit berwarna biru atau abu-abu
  3. Luka terbuka dan perdarahan dari dekat jari kaki yang patah

Saat memeriksa, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui penyebab jari kaki patah. Kemudian dokter akan memeriksa kaki yang patah serta memastikan tidak ada cedera lain yang dialami pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan evaluasi medis segera setelah cedera untuk menentukan perawatan dan penyembuhan yang tepat.

  • Pasien mungkin akan menjalani pemeriksaan X-ray untuk melihat apakah jari kaki patah atau retak.
  • Pemeriksaan X-ray tidak selalu diperlukan untuk membuat diagnosis patah jari kaki, terutama jika patahan terjadi di salah satu jari kaki yang kecil.

Apabila dokter mendapatkan pasien tidak mengalami cedera yang serius, biasanya pasien akan disarankan untuk melakukan perawatan di rumah dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Istirahat. Pasien akan diminta untuk beristirahat dari aktivitas fisik yang berat agar tubuh dapat melakukan pemulihan dengan lebih efektif.
  • Mengompres dengan es. Untuk mengurangi bengkak dan rasa sakit, pasien dapat mengompres jari kaki yang patah dengan es selama 15-20 menit setiap 1-2 jam untuk 1-2 hari pertama setelah cedera terjadi.
  • Posisikan kaki tinggi. Jangan lupa untuk memposisikan kaki berada cukup tinggi untuk menghindari pembengkakan yang memburuk.

Namun, jika dokter mendapatkan ada kondisi serius pada jari kaki yang patah, pasien mungkin akan menjalani rangkaian pengobatan hingga tindakan operasi untuk memulihkan kembali kondisi jari kakinya. Itulah beberapa ulasan penting seputar cedera patah jari kaki. Meskipun tidak membahayakan, ada baiknya bagi Anda untuk selalu mencegah terjadinya cedera dengan menggunakan sepatu yang aman dan tepat saat melakukan aktivitas berat.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>