bunga tapak dara tagged posts

Manfaat Bunga Tapak Dara yang Bisa Atasi Kanker

Kanker menjadi salah satu penyakit yang amat ditakuti. Pasalnya, kanker memiliki predikat sebagai penyakit “pembunuh” selain serangan jantung. Pengobatan kanker umumnya dilakukan melalui kemoterapi atau operasi pengangkatan tumor dan konsumsi tanaman-tanaman herbal yang memiliki senyawa atau zat antikanker. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat itu adalah bunga tapak dara.

Bunga tapak dara adalah perdu tahunan yang berasal dari Madagaskar, tetapi telah menyebar ke berbagai daerah tropika lainnya. Nama ilmiahnya Catharanthus roseus. Di Indonesia, tumbuhan ini kerap ditemui tumbuh subur di pekarangan. Bunganya yang cantik menjadikannya sebagai tanaan hias yang menarik hati.

Tapak dara memiliki bermacam-macam nama. Di Sulawesi tanaan ini dikenal dengan nama sindapor, di Jawa Barat tapak dara populer disebut kembang tembaga, sementara orang-orang di Jawa memanggilnya tapak dara. Lain lagi dengan orang Malaysia, mereka mengenalnya sebagai kemunting cina, pokok rumput jalang, pokok kembang sari cina, atau pokok ros pantai. Di Filipina ia dikenal sebagai tsitsirika, di Vietnam sebagai hoa hai dang, di Cina dikenal sebagai chang chun hua, di Inggris sebagai rose periwinkle, dan di Belanda sebagai soldaten bloem.

Bunga tapak dara dapat tumbuh dengan baik mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat yang terbuka, tetapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung pula. Habitus perdu tumbuh menyamping, Tinggi tanaman bisa mencapai 0,2-1 meter. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, tersusun menyirip berselingan. Panjang daun sekitar 2-6 cm, lebar 1-3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek. Batang dan daunnya mengandung lateks berwarna putih.

Bunganya aksial (muncul dari ketiak daun). Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, ujungnya melebar, berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya. Buahnya berbentuk gilig (silinder), ujung lancip, berambut, panjang sekitar 1,5 – 2,5 cm, dan memiliki banyak biji.

Kandungan bunga tapak dara yang digadang-gadang memiliki khasiat sebagai antikanker adalah alkaloid vinblastine, vincristine, leurosine, catharanthine, dan lochnerine yang berkhasiat sebagai antikanker.

Senyawa vincristine digunakan sebagai bahan pengobatan kanker bronkial, tumor ganas pada ginjal, kanker payudara, leukemia, dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf ataupun otot. Sementara itu, senyawa alkaloid diperkirakan dapat mendesak dan melarutkan inti sel kanker.

Penelitian tantang pemanfaatan tanaman tapak dara sebagai obat kanker dilakukan dengan mengeringkan bunga dan daunnya untuk dijadikan teh celup. Untuk pengujian kandungan antioksidan dalam teh tapak dara digunakan metode spektofotometer yaitu teh diseduh dalam air hangat. Air seduhan lalu diuji kandungannya.

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian oleh dua orang mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dapat disimpulkan bahwa ativitas antioksidan dari teh tapak dara adalah: 85,35% RSA dan 85,50% RSA; kadar airnya 0,1213% dan 0,1357%; kadar abunya 0,0501% dan 0,055%; dan kadar phenol-nya 13,6833% dan 13,7400%.

Akan tetapi, tapak dara tak hanya mengandung senyawa-senyawa yang baik untuk kondisi kesehatan seseorang. Kandungan kimia lain yang terdapat di dalam tapak dara adalah reserpine, ajmalicine, dan serpentine. Kandungan lainnya adalah norharman, tetrahydroalstonine, vindoline, vindolinine, akuammine, vincamine, vinleurosin, dan vinrosidin. Namun, berbagai alkaloid ini beracun dan bisa menmbulkan efek samping yang justru membahayakan tubuh.

Beberapa efek samping bunga tapak dara yang dapat ditimbulkan dari pengonsumsiannya antara lain; menurunkan sistem metabolisme, menghambat sistem sirkulasi darah, memicu penyakit maag, memicu stroke dan serangan jantung, hingga menyebabkan anemia.

Oleh karenanya, sikap bijak dalam penggunaan bunga tapak dara amat dibutuhkan. Konsumsi yang berlebihan menjadi penyebab utama efek utama itu muncul. Kewaspadaan dan kehati-hatian wajib Anda kedepankan saat mengonsumsi bunga tapak dara sebagai obat alternatif. Pasalnya, alih-alih mendapat kesembuhan, justru kondisi Anda dapat makin memburuk jika salah konsumsi. Ada baiknya Anda tetap berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya.

Read More