penyakit tagged posts

Mual dan Beberapa Kemungkinan Penyakit Serius yang Mengintai

Mual ternyata bisa menjadi indikasi adanya penyakit serius di dalam tubuh kita. Hal itu mungkin tak pernah kita sadari sebelumnya, karena mual biasanya bisa hilang dengan sendirinya.

Mual dan muntah adalah tanda dan gejala umum yang dapat disebabkan oleh banyak kondisi. Namun, umumnya perasaan ingin muntah ini disebabkan oleh adanya gangguan di saluran pencernaan kita.

Selama ini, kita mengenal beragam teknik sederhana untuk meredakan rasa mual, seperti minum atau merebahkan badan. Akan tetapi, mulai sekarang jangan pernah lagi menyepelekan mual, sebab penyakit-penyakit serius di bawah ini bisa saja tengah bersarang di dalam diri Anda:

1. Kanker atau Tumor

Bagi seseorang yang sedang menjalani masa kemoterapi biasanya akan mudah mengalami rasa mual dan muntah. Akan tetapi, ternyata rasa mual dan muntah tersebut tidak hanya timbul karena efek samping dari kemoterapi, melainkan muncul akibat kanker atau tumor yang berkembang di dalam tubuh itu sendiri.

2. Gastroparesis

Mual-mual merupakan salah satu tanda umum yang dialami ketika Anda menderita kelainan pencernaan serius bernama gastroparesis. Gastroparesis merupakan kondisi di mana organ pencernaan tak mampu membuang sisa-sisa makanan yang telah dicerna.

3. Serangan Jantung

Ahli Kardiologi Pusat Kesehatan Jantung Manhattan, Amerika Serikat, Amnon Beniaminovitz, memaparkan bahwa mual merupakan salah satu tanda serangan jantung yang kerap.

Lebih lanjut, dia menjelaskan jika seringkali nyeri pada serangan jantung dideskripsikan mirip sakit perut atau nyeri pada sekitar daerah atas perut. Meski begitu, jika Anda tiba-tiba merasa mual, bukan berarti dapat dengan sederhana diasosiakan bahwa Anda tengah mengalami serangan jantung.

Anda boleh waspada jika merasa mual disertai rasa tak nyaman atau tekanan di sekitar perut tanpa alasan yang jelas.

4. Infeksi

Infeksi yang menyerang sistem saraf pusat seperti otak dan sumsum tulang belakang ternyata memiliki kemungkinan menyebabkan mual dan muntah disertai dengan nyeri kepala. Infeksi tersebut biasanya dapat berupa meningitis, infeksi saluran pernapasan, atau peradangan pada jaringan otak. Oleh karena itu, jika kamu mengalami mual dengan gejala tersebut bisa saja menjadi pertanda adanya infeksi dalam tubuh.

5. Stroke

Pada dasarnya terdapat dua macam stroke, yakni stroke iskemik (stroke sumbatan), dan stroke hemoragik (stroke yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah). Mual dan rasa ingin muntah biasanya menjadi pertanda jika kamu mengalami stroke hemoragik. Di mana, darah yang bocor akibat pecahnya pembuluh darah akan mengisi rongga kepala dan mengakibatkan adanya tekanan tinggi di kepala. Kondisi ini menyebabkan sakit kepala luar biasa yang disertai dengan mual hingga muntah.

6. Batu Empedu

Batu empedu adalah kondisi yang sangat jarang terjadi. Batuan kecil yang berasal dari kolesterol ini umumnya secara lancar ikut terbawa ke dalam pencernaan, namun untuk sebuah kasus batu ini menyumbat bagian ujung empedu hingga memicu rasa sakit mendadak yang hebat. Rasa sakit di seputar pusar inilah yang membikin seseorang merasa mual.

7. Beberapa Penyakit Lain

Selain yang telah disebutkan di atas, gangguan lain seperti penyakit ulkus peptikum, irritable bowel syndrome, dan dispepsia juga ditandai dengan mual dan muntah.

Sederhananya, ulkus peptikum adalah kerusakan pada lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot saluran cerna yang disebabkan oleh aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan.

Sedangkan sindrom iritasi usus atau Irritable bowel syndrom (IBS) merupakan kelainan iritasi yang umum terjadi yang mengenai usus besar. Penyakit ini kerap dikira sakit maag pasalnya gejala atau keluhan yang dirasakan tak jauh berbeda.

Adapun dispepsia adalah salah satu gangguan pencernaan yang menyerang dan membuat perut bagian atas terasa tidak nyaman.

***

Jangan sepelekan setiap kondisi kesehatan yang Anda rasakan, termasuk mual dan sensasi ingin muntah. Jika melihat beberapa kemungkinan penyakit yang nyatanya bisa ditandai dengan mual, Anda mesti waspada. Apabila rasa mual yang Anda alami teramat sering dan cenderung mengganggu aktivitas, jangan pernah ragu untuk melakukan pemeriksaan di tenaga medis.

Read More

Kondisi Perut Ketika Sakit Perut

Sakit perut memiliki berbagai jenis, tergantung dimana posisi sakit yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Sakit perut yang Anda rasakan dapat dikategorikan berdasarkan area spesifik tempat Anda mengalaminya.

Menurut Medscape, secara umum, perut dibagi menjadi empat bagian. Keempatnya adalah bagian perut kuadran kanan atas, kiri atas, kanan bawah, dan kiri bawah. Menentukan lokasi rasa sakit yang Anda rasakan juga dapat membantu menentukan penyebabnya. Misalnya, menurut Physician Partners of America, rasa sakit di kuadran kiri atas perut bisa terjadi tidak hanya di perut, tetapi juga limpa, atau bagian dari usus besar Anda.

Untuk mencegah terjadinya sakit perut secara berulang, Anda juga perlu cari tahu mengenai fakta, fungsi dan penyakit pada perut.

Fakta dan fungsi perut.

Perut adalah bagian tubuh atau rongga tubuh berbentuk yang terletak di belakang tulang rusuk bagian bawah. Menurut Klinik Cleveland, begitu makanan masuk melewati perut, sfingter pada pembukaan perut dan keluar melalui usus halus, lapisan perut kemudian mengeluarkan asam klorida dan enzim yang memecah makanan sehingga dapat melanjutkan perjalanannya melalui sistem pencernaan pada tubuh Anda. 

Ketika lapisan perut mengeluarkan asam dan enzim, otot perut berkontraksi dalam proses yang disebut peristaltik untuk mencampur makanan yang ada dengan asam dan enzim tersebut. Lalu asam tersebut juga bekerja untuk membunuh mikroba berbahaya yang kemungkinan telat masuk ke dalam tubuh Anda bersamaan dengan makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Tetapi asam tersebut juga dapat merusak perut, sehingga asam mengeluarkan lendir lengket yang bekerja sebagai penetralisasi sehingga melapisi dinding perut Anda dan melindungi perut Anda dari kerusakan. Selain itu, menurut Digestive Disease Center (DDC), perut juga membuat zat yang diperlukan tubuh untuk menyerap vitamin B12.

Perut adalah bagian terluas dari sistem pencernaan yang ada pada tubuh Anda. Tidak hanya mencerna makanan, perut juga dapat menyimpannya. Menurut BBC, perut bisa menampung kurang lebih satu liter makanan sekaligus. Perut Anda memerlukan waktu sekitar empat hingga enam jam atau mungkin lebih untuk mencerna makanan. Semakin tinggi kandungan lemak makanan yang Anda konsumsi, semakin lama juga makanan tersebut dicerna oleh perut Anda.

Kondisi dan penyakit pada perut

Perut dapat memiliki berbagai kondisi dan penyakit yang dapat menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, masalah pencernaan dan bahkan kematian.

Salah satu masalah perut yang paling umum adalah gangguan lambung atau dispepsia. Dr. Lisa Ganjhu, asisten klinis profesor kedokteran dan ahli gastroenterologi di NYU Langone Medical Center, menjelaskan “dispepsia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan satu atau lebih gejala, termasuk perasaan kenyang ketika makan, dan rasa terbakar atau sakit perut di bagian atas”.

Sakit perut pada bagian atas, gangguan pencernaan dan mulas juga menjadi salah satu penyakit yang sering dialami sebagian orang. Pengobatan sakit perut biasanya tergantung pada penyebab yang Anda alami. Penyebabnya bisa jadi seperti, intoleransi makanan atau asam lambung, atau bisa lebih serius seperti kanker.

Kanker perut adalah kanker yang berasal dari perut. Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional AS (NLM), sebagian besar mempengaruhi orang yang lebih tua. Dua pertiga dari orang yang terkena kanker perut berusia di atas 65 tahun. Pada tahap selanjutnya, beberapa gejala kanker perut adalah penurunan berat badan yang signifikan, muntah, darah dalam fese, penyakit kuning atau kesulitan menelan. Berdasarkan data dari American Cancer Society, terdapat sekitar 10.720 orang meninggal karena kanker perut setiap tahunnya.

Mengurangi risiko sakit pada perut

Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya masalah pencernaan seperti sembelit dan sakit perut:

  • Makan dalam porsi kecil.
  • Hindari minuman berkarbonasi.
  • konsumsi  makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran dan kurangi makanan berlemak.
  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan.
  • Berjalan-jalan atau tetap tegak setelah makan.
  • Hindari cemilan sebelum tidur.
  • Minumlah setidaknya delapan gelas air per hari.
  • Konsumsi makanan berserat 25 hingga 30 gram serat per hari.
  • Olahraga selama 30 hingga 40 menit, tiga hingga lima kali seminggu untuk membantu kesehatan
  • Tidak menunda membuang air kecil 

Perlu diingat, bila gejala sakit perut yang Anda alami dirasa muncul secara terus menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, Anda disarankan untuk segera menemui seorang dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

Read More